Category Archives: Perbankan

Indodana dan Bank Jago Genjot Pertumbuhan Bisnis PayLater di Indonesia

Jakarta, 7 Maret 2022 – Indodana (PT Artha Dana Teknologi) menjalin kemitraan strategis dengan Bank Jago (PT Bank Jago Tbk) melalui kesepakatan fasilitas pendanaan dengan skema pinjaman (channeling) untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis Indodana PayLater di Indonesia. Kerja sama antara fintech paylater dan bank berbasis teknologi ini memperkuat komitmen perusahaan yang senantiasa berinovasi dan berkolaborasi dalam mendorong percepatan inklusi keuangan di Indonesia dengan menyediakan akses layanan keuangan digital yang mudah, cepat, dan aman.

Jerry Anson selaku Direktur Indodana mengatakan, “Kami menghargai kepercayaan dan dukungan yang diberikan oleh Bank Jago untuk Indodana. Kolaborasi strategis ini selaras dengan visi kami dalam mengakselerasi inklusi keuangan di Indonesia. Melalui Indodana PayLater, kami membangun solusi finansial digital dengan pemanfaatan teknologi dan big data untuk memudahkan masyarakat mengakses pembiayaan digital berkonsep buy now pay later (BNPL) secara cepat dan aman.”

Bank Jago menilai kolaborasi dan sinergi dengan para pelaku ekonomi digital, seperti Indodana, menjadi kunci dalam menjangkau nasabah baru, khususnya masyarakat yang memerlukan produk dan layanan keuangan yang mudah dan inovatif serta masyarakat yang belum tersentuh produk dan layanan keuangan (unbanked) maupun nasabah yang masih kesulitan mendapatkan akses keuangan (underbanked).

Penggunaan paylater saat ini bertumbuh sangat pesat seiring dengan meningkatnya pemahaman masyarakat akan manfaat paylater sebagai alternatif pembayaran digital. Berdasarkan survei DailySocial/Innovate 2021, produk paylater   sudah masuk dalam tiga besar produk keuangan digital yang paling digemari di Indonesia. Tingkat awareness terhadap paylater mencapai 72,5% dan menempati urutan kedua setelah digital money (82,2%).

Lebih lanjut, Jerry mengungkapkan, “Kami senantiasa mendengarkan kebutuhan masyarakat. Indodana akan terus berinovasi untuk meningkatkan layanan, edukasi, dan jangkauan Indodana agar semakin banyak masyarakat bisa merasakan kemudahan bertransaksi buy now, pay later. Untuk itu, kami akan menggunakan fasilitas pendanaan ini untuk meningkatkan akses penyaluran layanan pay later dan pembiayaan digital di tahun 2022.”

Indodana PayLater menawarkan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan bagi penggunanya. Pertama, pengguna dapat memperoleh limit Paylater hingga Rp 25 juta yang dapat diaktifkan dengan mudah dan digunakan untuk belanja secara online dan offline di lebih dari 70 kota dan 34 provinsi di Indonesia.

Selanjutnya, pengaktifan Indodana PayLater di aplikasi Indodana mudah dan cepat. Cukup dengan menggunakan nomor HP, mengisi data diri yang diperlukan, dan melengkapi dokumen pendukung foto KTP dan foto selfie bersama KTP. Setelah pengajuan akun disetujui, layanan Indodana PayLater bisa segera digunakan. Ketiga, Indodana PayLater aman digunakan karena telah terdaftar dan memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta menerapkan sistem manajemen risiko mutakhir berbasis artificial intelligence dan sistem keamanan bersertifikasi ISO 27001.

Keunggulan lainnya, Indodana telah bekerja sama dengan berbagai e-commerce terkemuka di Indonesia, seperti Tokopedia, Blibli, Tiket.com, Bukalapak, Elevenia, dan iStyle. Indodana juga bekerja sama dengan lebih dari 1.000 merchants dan gerai yang telah menjadi mitra Indodana, seperti Hypermart, Courts, Erafone, Lottemart, Lulu Hypermarket, Hush Puppies, Puma, Kalbe, Atria, dan Hartono Elektronik.

***

Tentang Indodana

Indodana adalah platform paylater dari PT Artha Dana Teknologi yang didirikan sejak November 2017 dan mendapatkan izin OJK sejak Mei 2020 sesuai dengan keputusan OJK nomor KEP-15/D.05/2020 tanggal 19 Mei 2020. Visi Indodana adalah membantu masyarakat Indonesia untuk meningkatkan taraf hidup dengan memberikan akses terhadap produk keuangan. Misi Indodana adalah menggunakan teknologi untuk membantu Indonesia mencapai inklusi keuangan dengan memberikan akses produk keuangan kepada masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh industri perbankan tradisional. Selengkapnya: www.indodana.id

Tentang Bank Jago

Berawal di Bandung pada 1992 dengan nama PT Bank Artos Indonesia (Bank Artos). Setelah lebih dari 27 tahun melayani masyarakat dengan produk perbankan konvensional, pada 2019 Bank Artos memasuki era baru yang ditandai dengan masuknya PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) dan Wealth Track Technology Limited (WTT) sebagai pemegang saham pengendali baru setelah melakukan akuisisi saham Bank Artos sebesar MEI (37,65%) dan WTT (13,35%).

Setelah Penawaran Umum Terbatas (PUT) tahap II, total kepemilikan MEI dan WTT 41,49%. Masuknya investor institusi, seperti GIC Pte. dan GoTo Financial, memperkuat Bank Jago dalam memberikan solusi keuangan terbaik dengan cara terus berinovasi.

Bank Jago dikembangkan sebagai bank berbasis teknologi yang kuat dan inovatif siap melayani kebutuhan nasabah di segmen pasar ritel (consumer), usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mass market, melalui produk dan layanan perbankan yang tertanam dalam suatu ekosistem dengan mengoptimalkan teknologi. Bank Jago meningkatkan kesempatan tumbuh berjuta insan melalui solusi keuangan digital yang berfokus pada kehidupan.

Rayakan HUT ke-65, BCA Expoversary Online 2022 Resmi Dibuka Ajak Masyarakat Wujudkan Impian Terbaik

Jakarta, 24 Februari 2022 – Merayakan ulang tahun ke-65, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menggelar event online bertajuk BCA Expoversary bagi nasabah dan masyarakat. Spesial pada perhelatan kali ini, BCA memberikan promo terbaik untuk setiap penawaran atas Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan Kredit Sepeda Motor (KSM).

Perhelatan BCA Expoversary Online 2022 akan berlangsung selama satu bulan, dari 24 Februari 2022 hingga 27 Maret 2022 melalui link https://expo.bca.co.id yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Hadir dalam press conference Opening Ceremony Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, Ketua Panitia BCA Expoversary Online 2022 & Direktur BCA Finance Petrus Karim, EVP Consumer Loan BCA Felicia M. Simon, dan EVP Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn pada Kamis (24/02).

Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, kondisi Pandemi tidak menghalangi niat perseroan untuk menghadirkan perayaan yang istimewa kepada segenap nasabah dan masyarakat di saat perseroan merayakan momen ulang tahun. Melalui penyelenggaraan yang serba online, perseroan juga ingin menegaskan bahwa digitalisasi telah membawa hubungan yang istimewa antara BCA dengan segenap nasabah dan masyarakat, terutama karena loyalitas nasabah dan masyarakat dalam memanfaatkan solusi layanan digital BCA yang kian meningkat dari hari ke hari.

“Kami sepenuhnya menyadari bahwa saat ini kita masih berjuang bersama menghadapi Pandemi yang belum usai, maka tahun ini kegiatan dilaksanakan secara online. Kami ingin menghadirkan solusi yang optimal bagi seluruh nasabah dan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan hunian impian, kendaraan idaman dan beragam solusi perbankan yang kami tawarkan. Semuanya bisa di akses dari mana saja melalui BCA Expoversary Online 2022,” kata Jahja.

Tahun ini kegiatan BCA Expoversary yang digelar secara online akan fokus kepada kegiatan peningkatan transaksi bisnis. Kami memberikan penawaran-penawaran menarik untuk berbagai produk seperti Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Sepeda Motor (KSM). Kami telah menghimpun ratusan partner yang akan berpartisipasi dan melayani kebutuhan nasabah.

Untuk memeriahkan BCA Expoversary online 2022 ini, BCA menawarkan Bunga KPR yang sangat spesial, yaitu 2,65% eff.p.a fix 1 tahun. Adapun KKB BCA memberikan penawaran bunga spesial 2,65% flat p.a. untuk tenor 1 tahun, serta KSM BCA akan memberikan DP spesial 6,5% dari OTR untuk seluruh nasabah dan seluruh tipe motor di bawah Rp100 juta.

Selain itu, BCA menghadirkan lebih dari 100 developer properti ternama di Indonesia, serta 19 merek mobil ternama yang menawarkan beragam benefit untuk pembelian, yakni Mercedes-Benz, BMW, Lexus, MINI, Porsche, Mitsubishi, Daihatsu, KIA, Honda, serta khusus di event BCA Expoversary Online 2022 Mercedes-Benz menghadirkan koleksi terbaru yaitu GLC 200 AMG Night Edition, dan Volkswagen menghadirkan VW T-Cross. Untuk segmen motor, BCA menggandeng 22 merek motor, seperti Yamaha, Piaggio Vespa, Benelli, Gesits, SM Motor dan sebagainya.

Tidak hanya itu, dalam penyelenggaraan BCA Expoversary Online 2022, BCA juga menghadirkan penawaran istimewa bagi nasabah BCA Solitaire dan Prioritas dengan meluncurkan aplikasi BCA Young Community (BYC), yang dapat dinikmati oleh pengguna muda dan young generation BCA Solitaire dan Prioritas. Melalui aplikasi ini, para pengguna dapat menambah wawasan seputar dunia bisnis, berbagi dan menggali ide dan peluang bisnis sesuai minat, serta membangun jaringan dengan para pebisnis muda di seluruh Indonesia.

Petrus Karim menegaskan, pihaknya berharap BCA Expoversary online 2022 dapat menjadi perhelatan online yang memberikan kenangan tersendiri di hati nasabah dan masyarakat

karena dapat mewujudkan impian dan harapan yang sudah direncanakan. Di pihak lain, perhelatan ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap perputaran roda perekonomian nasional di tengah upaya pemerintah yang senantiasa memberikan dukungan insentif bagi pelaku usaha dan masyarakat luas.

“Kemudahan dan keistimewaan kami hadirkan secara online. Dalam situasi Pandemi, nasabah dan masyarakat memang tidak dapat berkunjung secara langsung. Kami ingin semua dapat menikmati kegembiraan dengan aman dan nyaman. Namun, ada satu hal yang tak pernah berubah, yakni semangat kami untuk mempersembahkan penawaran menarik bagi seluruh masyarakat. Momen spesial ini sungguh sayang kalau dilewatkan,” tutup Petrus.

 

Tentang PT Bank Central Asia Tbk (per 31 Desember 2021)

BCA merupakan salah satu bank terkemuka di Indonesia yang fokus pada bisnis perbankan transaksi serta menyediakan fasilitas kredit dan solusi keuangan bagi segmen korporasi, komersial, UKM, dan konsumer. Pada akhir Desember 2021, BCA melayani 29 juta rekening nasabah dan memproses sekitar 48 juta transaksi setiap harinya, didukung oleh 1.242 kantor cabang, 18.034 ATM, serta layanan internet & mobile banking dan contact center Halo BCA yang dapat diakses 24 jam. Kehadiran BCA didukung oleh sejumlah entitas anak yang berfokus pada pembiayaan kendaraan, perbankan Syariah, sekuritas, asuransi umum dan jiwa, perbankan digital, pengiriman uang, dan pemodal ventura.

BCA berkomitmen untuk membangun relasi jangka panjang dengan nasabah, mengutamakan kepentingan Bersama, dan menciptakan dampak positif pada masyarakat luas. Dengan lebih dari 25.000 karyawan, visi BCA adalah untuk menjadi bank pilihan utama andalan masyarakat yang berperan sebagai pilar penting perekonomian Indonesia.

Obligasi dan Sukuk Pegadaian Raih Predikat Superior dari PEFINDO

Jakarta, 24 Februari 2022 – PT Pegadaian berhasil mempertahankan peringkat idAAA (Triple A) atas Obligasi Berkelanjutan V Tahun 2022 dan idAAA(sy) (Triple A Syariah) atas Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahun 2022 dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Peringkat tersebut diberikan berdasarkan data dan informasi dari Perusahaan serta Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2021. Masa berlaku pemeringkatan dimulai dari 8 Februari 2022 sampai dengan 1 Februari 2023.

Efek utang (obligasi) dengan peringkat idAAA (Triple A) merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh PEFINDO. Dengan peringkat tersebut bermakna bahwa kemampuan PT Pegadaian untuk memenuhi kewajiban jangka panjang atas efek utang tersebut dibandingkan emiten lain di Indonesia dinilai superior.

Begitu pula dengan instrumen pendanaan syariah yang memperoleh peringkat idAAA(sy) (Triple A Syariah) merupakan peringkat tertinggi. Dengan demikian kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas kontrak pendanaan syariah dibandingkan emiten Indonesia lainnya adalah superior.

“Peringkat yang berhasil dipertahankan oleh Pegadaian mencerminkan fungsi strategis Perusahaan dalam holding Ultra Mikro dalam memberikan akses pembiayaan kepada segmen kecil dan menengah, posisi bisnis Perusahaan yang superior di bisnis jasa usaha gadai, permodalan yang sangat kuat, dan posisi likuiditas dan fleksibilitas finansial yang sangat baik. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh eksposur terhadap volatilitas harga emas,’’ penjelasan Pefindo dalam keterangan resminya.

Sementara itu Direktur Keuangan, Perencanaan Strategis dan Manajemen Risiko PT Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha mengungkapkan bahwa hasil pemeringkatan PEFINDO tersebut merupakan buah kerja keras seluruh Insan Pegadaian dalam mengelola perusahaan dengan sebaik-baiknya.

“Seluruh Insan Pegadaian terus konsisten untuk menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) maupun nilai-nilai budaya AKHLAK sebagai pedoman dalam menjalankan tugas. Kami juga terus melakukan transformasi dan inovasi secara terus-menerus agar produk dan layanan terus berkembang sejalan dengan perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Ferdian juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang loyal memanfaatkan produk dan layanan Pegadaian. Ia menyatakan, bahwa manajemen mengharapkan masukan dari berbagai kalangan agar terus mampu hadir sebagai solusi bagi masyarakat sejalan dengan tagline “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”.

Seperti diketahui, Pegadaian merupakan perusahaan jasa keuangan dengan bisnis utama pembiayaan gadai, pembiayaan mikro, dan jasa keuangan lainnya. Produk dan layanan dapat diakses di 4.085 outlet dan 27.464 agen  Pegadaian di seluruh Indonesia.

Kini, Pegadaian masuk dalam holding ultra mikro bersama BRI dan PNM. Dengan holding ini ketiga entitas melakukan sinergi strategis salah satunya dengan pembentukan layanan Sentra Ultra Mikro (Senyum). Dengan layanan ini masyarakat dapat mengakses produk dan layanan ketiga entitas dalam satu tempat.

Tingkatkan Layanan Nasabah, Bank BJB Siap Bersinergi dengan BPD

beritapers – JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) menerima kunjungan kerja dari BPD Kalteng dan BPD Sumut untuk studi banding.

Kunjungan ini berlangsung sejak 10 Februari – Jumat 11 Februari 2022 dan diterima langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi, Direktur Kepatuhan bank bjb Cecep Trisna, Direktur Keuangan bank bjb Nia Kania, Direktur Konsumer dan Ritel Suartini beserta jajaran.

Turut hadir dari Bank Sumut seperti Wakil Gubernur Sumatra Utara Musa Rajekshah, Kepala BPKAD Pemdaprov Sumut Ismael Parenus Sinaga, Komisaris Utama Bank Sumut Brata Kesuma. Kemudian Komisaris Bank Sumut Syahruddin Siregar, Diretur Utama Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan, Direktur Kepatuhan Bank Sumut Eksir, serta Direktur Keuangan Bank Sumut Arieta Aryanti beserta jajaran.

Adapula Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor, Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Fajrurrahman, Direktur Pemasaran & Bisnis Bank Kalteng Djoni W. Kridarso dan Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko Bank Kalteng Sabasrini Jenina beserja jajaran.

Yuddy mengatakan, bahwa pihaknya menerima secara terbuka kunjungan studi banding dari Bank Kalteng dan Bank Sumut. Begitu juga dengan BPD lainnya di Indonesia.

“Kami juga berharap hubungan menjadi semakin erat. Bank bjb siap bersinergi dan kolaborasi dengan BPD lain di Indonesia dengan semangat meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan pemerintah daerah,” kata Yuddy, dalam laman resmi, Jumat (11/2).

Lebih lanjut Yuddy menyampaikan, kolaborasi Bank BJB dengan BPD lain bertujuan untuk kemajuan bersama serta saling menguntungkan. “Kolaborasi adalah hal paling penting yang harus dilakukan BPD serta melakukan inovasi dan bertransformasi agar bisa bersaing di industri perbankan,” katanya.

Menurut Yuddy, Bank BJB saat ini melakukan pengembangan teknologi informasi (TI) dengan menggandeng perusahaan internasional untuk mendorong dan mengoptimalkan layanan digital banking.

Ia berharap, pengembangan teknologi itu akan memperkuat infrastruktur jaringan Bank BJB yang sudah sangat luas hadir di 14 provinsi di Indonesia. “Kami berharap BPD di Indonesia menjadi lebih besar, kuat dan efisien dengan berkolaborasi,” katanya.

Bank CTBC dan Akulaku Finance Jalin Kerja Sama Channeling untuk Fasilitas Pembiayaan

beritapers – JAKARTA. PT Bank CTBC Indonesia (Bank CTBC) dan PT Akulaku Finance Indonesia (Akulaku) secara resmi menandatangani Nota Kesepakatan Kerjasama (Memorandum of Understanding) untuk fasilitas pembiayaan.

Dengan platform berbasis daring dari Akulaku, maka masyarakat, mulai perorangan hingga pemilik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat memperoleh informasi dan pengajuan dana untuk pembiayaan sesuai kebutuhannya secara langsung melalui aplikasi yang tersedia.

Iwan Satawidinata selaku Presiden Direktur PT Bank CTBC Indonesia menyatakan, bahwa Akulaku merupakan perusahaan multifinance pertama yang bekerjasama dengan perusahaan sebagai pengelola Pembiayaan Penerusan (Channeling) dalam hal penyediaan fasilitas pembiayaan dan pinjaman berbasis daring untuk Bank CTBC.

“Seperti kita ketahui bersama, memanfaatkan momentum Presidensi G20 Indonesia 2022, maka salah satu agenda prioritasnya adalah percepatan inklusi keuangan digital yang berdasarkan pada Financial Inclusion Action Plan (FIAP) G20. Selain itu, pada akhir 2021 lalu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun telah menetapkan Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia MPSJKI 2021-2025 dimana salah satu aspek dalam strukturnya adalah dukungan Sektor Jasa Keuangan dengan fokus pada area Akselerasi Transformasi Digital,” jelas Iwan dalam siaran pers, Rabu (9/2).

ejalan dengan kedua program tersebut, maka kerjasama strategis dengan Akulaku ini merupakan salah satu milestones Bank CTBC dalam menjawab tantangan perkembangan ekonomi digital sekaligus menunjukkan komitmen dukungannya akan program-program yang diinisiasi Pemerintah dalam hal inklusi pembiayaan digital untuk meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat Indonesia secara lebih luas.

Sementara itu, Bambang Simmon Simarno selaku Direktur Eksekutif Perbankan Ritel PT Bank CTBC Indonesia menambahkan, bahwa kerjasama dengan Akulaku ini juga merupakan salah satu strategi usaha perbankan ritel Bank CTBC dalam hal pengembangan layanan digitalisasi perbankan dan perluasan cakupan penetrasi pangsa pasar dalam bentuk kerjasama dengan mitra-mitra strategis yang terbukti inovatif dalam hal teknologi dan akses kanal secara digital.

“Tahun 2021 lalu kami telah meluncurkan KTA Instan Dana Cinta sebagai tambahan layanan platform daring yang memberikan pilihan kemudahan bagi masyarakat untuk mengajukan KTA di Bank CTBC secara digital. Kami sangat optimis mengawali tahun 2022 ini bekerjasama dengan Akulaku yang diharapkan akan memberi manfaat lebih dalam hal kemudahan dan percepatan proses bagi para nasabah untuk memperoleh dana bagi pembiayaan sesuai kebutuhannya masing-masing,” demikian disampaikan Bambang.

Efrinal Sinaga selaku Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia menyampaikan, bahwa kerjasama dengan Bank CTBC ini lebih dari sekedar bentuk kerjasama dalam upaya perluasaan pangsa pasar nasabah pembiayaan, namun juga menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan dari mitra-mitra strategis industri perbankan kepada perusahaan.

“Kesamaan visi serta komitmen Bank CTBC dan Akulaku dalam hal pentingnya mendukung percepatan program-program pemerintah dalam hal digitalisasi inklusi keuangan. Ini yang mendasari kerjasama kami. Pembiayaan bagi nasabah individu mau pun UMKM merupakan salah satu kekuatan utama usaha Akulaku, target yang sama pula dari Bank CTBC,” ujar Efrinal.

Fungsi intermediasi perbankan semakin bertumbuh di pengujung tahun 2021 lalu dan Bank Indonesia (BI) dalam laporannya pada akhir Januari 2022 lalu pun menyebutkan, bahwa penyaluran kredit perbankan pada Desember 2021 tercatat sebesar Rp 5.755,7 triliun dan diproyeksikan meningkat menjadi 7% hingga 9% di tahun 2022.

Kenaikan ini seiring dengan peningkatan penyaluran kredit produktif maupun konsumtif dengan aktivitas ekonomi yang menjadi penopangnya. Sejalan dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menilai adanya indikasi cukup kuat terkait pertumbuhan kinerja kredit industri perbankan dan dengan terus bertumbuhnya perusahaan keuangan dan pembiayaan berbasis teknologi.

Begini Strategi Bank Neo Commerce di Bisnis Bank Digital

 beritapers- JAKARTA. Sejak kehadiran aplikasi digital banking neobank besutan PT Bank Neo Commerce (BNC) pada Maret 2021 lalu, BNC berhasil mengagetkan banyak kalangan atas berbagai pencapaiannya.

Beberapa diantaranya, yaitu hingga akhir Januari 2022 BNC berhasil mendapatkan 14,6 juta jumlah nasabah, dengan pengguna aktif yang mengalami tren peningkatan secara konsisten setiap bulannya, dan khusus pada bulan Januari 2022 meraih 1,8 juta unduhan di Google Play Store dan 74 ribu unduhan di App Store.

Berdasarkan data internal BNC, jumlah unduhan tertinggi aplikasi neobank di Google Play Store dan App Store terjadi pada bulan Oktober 2021, yaitu lebih dari empat juta unduhan. Tak hanya itu, aplikasi neobank sempat berada di posisi puncak Top Charts di Google PlayStore untuk free apps di semua kategori dan Top Charts untuk kategori finance di App Store pada akhir tahun lalu. Jika diambil secara rata-rata, selama 2021 aplikasi neobank diunduh lebih dari 1,5 juta orang setiap bulannya.

Terus bertambahnya jumlah unduhan aplikasi neobank dan nasabah BNC tidak lepas dari fitur-fitur serta program menarik yang sangat efektif untuk menarik minat masyarakat di Indonesia khususnya bagi segmen usia produktif dan kaum millenial.

Aplikasi neobank juga memiliki program gamification, yakni Neo Fortune yang mana nasabah  memiliki kesempatan untuk mendapatkan kupon experience ataupun uang tunai hingga jumlah tertentu tanpa minimum saldo dengan melakukan check-in dan ambil hadiah selama 7 hari berturut-turut. Selain itu, di hari ketujuh nasabah berkesempatan mendapatkan hadiah kejutan.

Selama periode promosi yang berlaku sampai dengan 31 Mei 2022, jika total saldo di rekening lebih dari Rp100 ribu, nasabah akan mendapatkan 2x kesempatan untuk memainkan Neo Fortune di aplikasi neobank. Tercatat sepanjang tahun 2021, setiap nasabah yang memainkan Neo Fortune rata-rata mendapatkan cuan yang menarik melalui program ini.

Direktur Bisnis PT Bank Neo Commerce Tbk., Aditya Windarwo mengatakan bahwa program referral dan Neo Fortune di aplikasi neobank menjadi primadona dan digandrungi masyarakat, sehingga membuat Bank Neo Commerce menjadi trend setter dengan menghadirkan berbagai program promosi dan fitur yang unik dan cuan bagi nasabah.

“Kami tidak hanya menawarkan pelayanan prima dan kenyamanan, tetapi juga cuan. Kami menawarkan keuntungan yang lebih besar bagi para nasabah. Bagi BNC, esensi nasabah melakukan aktivitas perbankan, selain untuk melakukan aktivitas pembayaran, adalah untuk mendapatkan keuntungan dari dana yang mereka simpan. Kami ingin mengembalikan esensi dasar tersebut,” ujar Aditya, Rabu (9/2).

Oleh karenanya, perusahaan selalu berupaya untuk one step ahead dibandingkan yang lain dan selalu menawarkan promosi yang unik serta menjadikan aplikasi neobank berbeda dari aplikasi bank umumnya karena neobank terdapat unsur edukasi, gamification, chat dan akan banyak lagi pengembangan fitur lainnya. Ke depannya akan ada  banyak kejutan dari BNC tahun ini.

Adapun, Nabila Rahmadani Content Creator membagikan pengalamannya selama menggunakan aplikasi neobank. Menurutnya, neobank sangat membantu aktivitas kesehariannya, khususnya dari sisi transaksi keuangan yang memberikan keuntungan. Tidak tanggung-tanggung, Nabila pernah merasakan dapatkan cuan besar dalam satu hari melalui program referral dengan mengajak ratusan temannya membuka rekening di aplikasi neobank.

“Selain itu, sebagai content creator, kami dan tim sering mengadakan giveaway secara berkala setiap minggunya. Berkat adanya neobank, kami bisa berhemat lebih dari Rp50 ribu setiap bulannya karena free biaya transfer antar bank dan juga bebas biaya admin. Semua produk dan fitur yang ada aplikasi neobank sangat bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan cuan,” kata Nabila.

Indodana Gandeng OK Bank Perkuat Bisnis Indodana Paylater

Jakarta, 17 Januari 2022 – PT Artha Dana Teknologi (Indodana) dan PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank) meresmikan kerja sama strategis berupa pemberian fasilitas pinjaman (channeling) untuk pengembangan bisnis Indodana PayLater di Indonesia. Kerja sama baik yang terjalin antara fintech Indodana dengan perbankan ini memperkuat misi dan komitmen perusahaan dalam upaya mempercepat tercapainya inklusi keuangan ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Indodana PayLater adalah solusi pembayaran digital buy now pay later (BNPL) terkemuka di Indonesia yang telah terdaftar dan memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui aplikasi Indodana, pengguna dapat memperoleh limit Paylater hingga 25 juta rupiah yang dapat digunakan untuk belanja secara online dan offline di lebih dari 62 kota dan 35 provinsi di Indonesia.

Jerry Anson selaku Direktur Indodana mengatakan “Mengawali tahun ini, kami senang mendapat kepercayaan dan dukungan dari OK Bank. Indodana berkomitmen untuk terus berinovasi dalam membangun solusi pembayaran digital yang memudahkan masyarakat untuk mengakses pinjaman dengan cepat, aman dan nyaman melalui pemanfaatan teknologi dan big data. Kami akan menggunakan fasilitas pendanaan ini untuk memperkuat dan memperluas akses penyaluran layanan Indodana PayLater untuk semakin meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.”

Park Young Man selaku CEO OK Bank juga mengatakan “Kerjasama yang terjalin antara Indodana dan OK Bank ini diharapkan dapat memperluas penyaluran fasilitas pendanaan bagi masyarakat Indonesia dan juga dapat membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. OK Bank merupakan hasil merger antara Bank Oke Indonesia dan Bank Dinar pada tahun 2019 dan merupakan Bank Korea yang berfokus pada sektor ritel dan channeling di Indonesia.”

Masyarakat bisa menikmati kemudahan belanja dan bayar tanpa ribet dengan Indodana PayLater. Pengaktifan Indodana PayLater di aplikasi Indodana mudah dan cepat dengan menggunakan nomor HP, mengisi data diri yang diperlukan, dan melengkapi dokumen pendukung foto KTP dan foto selfie bersama KTP. Setelah pengajuan akun disetujui, layanan Indodana PayLater bisa segera digunakan.

Indodana PayLater kini dapat digunakan untuk bertransaksi secara online dan offline. Untuk belanja online, mitra Indodana termasuk e-commerce terkemuka di Indonesia seperti Tokopedia, Blibli, Tiket.com, Mitra Bukalapak, Elevenia, dan iStyle. Untuk offline, tercatat sudah ada lebih dari 1.000 merchants dan gerai yang telah menjadi mitra Indodana seperti Hypermart, Courts, Erafone, Hush Puppies, Puma, Polytron, Kalbe, Atria, dan Hartono Elektronik.

Jerry menambahkan, “Sepanjang 2021, kami telah membantu masyarakat Indonesia untuk mendapatkan kemudahan akses pembiayaan digital yang cepat dan aman. Indodana telah memproses transaksi lebih dari Rp 2 triliun dan aplikasi Indodana telah di download lebih dari 6 juta kali. Kami harap tahun ini semakin banyak masyarakat bisa menikmati kemudahan bertransaksi menggunakan Indodana PayLater sebagai opsi pembayaran yang memberikan kemudahan dan kepuasan saat belanja online maupun offline.“

Tentang Indodana

Indodana adalah platform paylater dari PT Artha Dana Teknologi yang didirikan sejak November 2017 dan mendapatkan izin OJK sejak Mei 2020 sesuai dengan keputusan OJK nomor KEP-15/D.05/2020 tanggal 19 Mei 2020.

Visi Indodana adalah membantu masyarakat Indonesia untuk meningkatkan taraf hidup dengan memberikan akses terhadap produk keuangan. Misi Indodana adalah menggunakan teknologi untuk membantu Indonesia mencapai inklusi keuangan dengan memberikan akses produk keuangan kepada masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh industri perbankan tradisional.

Tentang OK Bank

PT Bank Oke Indonesia Tbk merupakan Bank hasil penggabungan antara PT Bank Oke Indonesia (Bank Oke) dengan PT Bank Dinar Indonesia Tbk (Bank Dinar). OK Bank dimiliki oleh grup finansial di Korea Selatan yang mempunyai jaringan bisnis keuangan seperti perbankan, permodalan dan manajemen aset yang tersebar di kawasan Asia antara lain Vietnam, Cina dan Kamboja

Dalam penggabungan tersebut, Bank Oke merupakan Bank yang menggabungkan diri sedangkan Bank Dinar merupakan Bank yang menerima penggabungan (surviving Bank), dan sejak 26 Agustus 2019 Perseroan melakukan perubahan nama dari PT Bank Dinar Indonesia Tbk menjadi PT Bank Oke Indonesia Tbk.

Saat ini saham PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank) 90,47% dimiliki oleh APRO Financial CO, LTD (APRO),  yang  merupakan pemegang saham mayoritas Perseroan, APRO merupakan perusahaan pembiayaan sektor kredit swasta  terbesar di Korea Selatan, didirikan tahun 1999 dengan nama awal A&O Financial.

Mandiri Capital Indonesia Danai 7 Startup Sepanjang 2021, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Startup & Inklusi Keuangan

Jakarta, 18 Januari 2021 – PT Mandiri Capital Indonesia (“MCI”) – perusahaan modal ventura atau corporate venture capital (CVC) terkemuka milik Mandiri Group – umumkan kinerja perusahaan sepanjang tahun 2021 lalu sekaligus rencana kelanjutan fokus perusahaan di 2022.

Di periode tersebut, MCI mencatatkan performa perusahaan yang impresif ditandai dengan partisipasi dalam tujuh putaran pendanaan ke startup fintech (tekfin), fintech enabler, insurtech dan open finance, serta mewujudkan kolaborasi antara Mandiri Group dengan sejumlah startup yang membawa nilai sinergi (synergy value) tertinggi bagi perusahaan.

Memasuki 2022, MCI akan melanjutkan komitmen ini dengan target pendanaan ke lebih banyak startup dengan dana investasi yang lebih besar, dan berkontribusi meningkatkan synergy value yang signifikan melalui kemitraan dengan perusahaan teknologi dan ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tujuan investasi yang lebih besar dan meningkatkan synergy value adalah untuk terus mendorong tumbuhnya inklusi keuangan serta perkembangan ekosistem startup di Indonesia.

Tahun 2021 menjadi tahun yang tangguh bagi MCI ditandai dengan tercatatnya rangkaian inisiatif perusahaan untuk berinvestasi dan bersinergi dengan memberikan nilai tambah serta dampak positif bagi Mandiri Group, BUMN dan industri secara umum, melalui partisipasinya dengan melakukan pendanaan secara agresif.

Partisipasi pendanaan MCI pada 2021 terdiri atas tiga investasi baru dan empat investasi follow-on. Dukungan MCI terhadap Mandiri Group dan pertumbuhan ekosistem startup direalisasikan melalui beberapa inisiatif sinergi yang sudah berjalan pada 2021 lalu, di antaranya adalah:

Penyaluran kredit agrikultur melalui Crowde senilai Rp310 miliar

Penyaluran kredit kepada pelaku UMKM melalui Investree senilai Rp306 miliar

Kerjasama komprehensif dengan Bukalapak pada tiga lini produk (pembayaran, kredit dan investasi)

Penggunaan platform Jurnal dan Klik Pajak untuk mendigitalisasi laporan keuangan nasabah SME Mandiri dan Yokkebiz yang merupakan hasil kolaborasi antara iSeller dengan Yokke menghasilkan peningkatan registered users hingga mencapai enam ribu.

“Kami sangat bersyukur atas pencapaian kami di 2021, di mana kami berkesempatan untuk dapat berpartisipasi menyalurkan pendanaan baru dan follow-on ke tujuh startup di Tanah Air. Hal ini menjadi salah satu catatan milestone kesuksesan kami, ketika kami berhasil mencatatkan peningkatan jumlah dan nilai penggalangan dana yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Melalui partisipasi pendanaan bersama para partner investasi, Mandiri Capital Indonesia berharap ini dapat menjadi kontribusi positif demi mendukung upaya pemerintah dalam mengejar target 90% inklusi keuangan di Tanah Air pada 2024 mendatang,” jelas Direktur Utama MCI, Eddi Danusaputro.

Pada awal 2021, startup portfolio MCI, Mekari. meraih kucuran pendanaan Seri D dengan total hampir Rp280 miliar yang dipimpin oleh Money Forward. Sementara, partisipasi pendanaan MCI pada tiga investasi baru untuk:

Bukalapak (pendanaan Pra-IPO yang dipimpin oleh GIC dan Standard Chartered, dengan jumlah yang tidak diungkapkan),

Ayoconnect (pendanaan Pra-Seri B bersama Patamar Capital dan Habibie Foundation, dengan jumlah total sekitar Rp143 miliar), dan

Salah satu startup di sektor insurtech pada pertengahan Desember 2021

Serta empat investasi follow-on untuk:

Amartha (yang dipimpin oleh Women’s World Banking dan MDI Ventures, dengan jumlah total lebih dari Rp510 miliar),

iSeller (pendanaan Pra-Seri B yang dipimpin oleh AppWorks dan Openspace Ventures, dengan total suntikan dana senilai Rp120 miliar),

Crowde (pendanaan Seri B yang dipimpin oleh Monks Hill, dengan jumlah yang tidak diungkapkan) dan

PrivyID (pendanaan Seri B yang dipimpin oleh GGV Capital, dengan jumlah hingga lebih dari Rp251 miliar).

Menjelang akhir 2021 lalu, sejalan dengan komitmen dalam membangun percepatan ekosistem ekonomi digital di Indonesia, Mandiri Capital Indonesia bersama empat CVC BUMN lainnya memberikan dukungan kepada Merah Putih Fund (Dana Ventura Merah Putih atau MPF). MPF adalah sebuah inisiatif dari Kementerian BUMN sebagai dana kelolaan yang mendukung akselerasi startup lokal yang berpotensi menjadi unicorn melalui kolaborasi bisnis dan modal, dengan target penutupan pertama sebesar lebih dari Rp4 triliun.

Menutup tahun 2021 dengan catatan performa yang impresif, MCI memasuki tahun 2022 ini dengan fokus menyasar peluang pendanaan baru pada growth stage companies terutama startup di sektor fintech dan fintech enabler. Fokus ini turut didukung oleh target MCI agar dapat berinvestasi di tahap yang lebih beragam, dari Seed hingga Seri C, melalui fund yang berbeda-beda yang ada dibawah naungan MCI dengan kesiapan jumlah dana yang lebih besar dari tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, MCI juga turut melakukan pendanaan pada startup, seperti corporate enabler,SME enabler, wealth/investment platform, earned wage access (EWA), logistic tech dan edutech  yang diharapkan dapat mendorong inisiatif transformasi dan dampak positif bagi Mandiri Group melalui optimalisasi sinergi.

MCI mengedepankan sinergi guna meningkatkan non-monetary value kepada ekosistem startup Indonesia, seperti mentorship, inkubasi, akselerator, dan networking untuk membantu akselerasi kapabilitas startup di dalam industri.

“Bukan sekadar prestasi yang kami torehkan, tapi kami punya komitmen untuk membangun ekosistem startup di Indonesia melalui investasi, pertumbuhan, dan exit yang sehat. Ini adalah visi kami bersama Mandiri Group sebagai lembaga keuangan yang terpercaya dan terbuka dalam percepatan sinergi dengan ekosistem digital,” tutup Eddi.

Tentang Mandiri Capital Indonesia

PT Mandiri Capital Indonesia (“MCI”) adalah anak perusahaan Bank Mandiri yang bergerak di bidang Corporate Venture Capital (CVC), yang bertindak sebagai penghubung atau jembatan antara Mandiri Group dan startup untuk mendorong inovasi dan inisiatif sinergi. MCI berkomitmen untuk membangun kemitraan strategis untuk mempercepat inovasi di industri keuangan dan juga berinvestasi pada startup yang memiliki keselarasan inovasi dan sinergi dengan Mandiri Group.

Didirikan pada tahun 2015, MCI telah berinvestasi menjalin kemitraan diantara startups fintech (financial technology) dan fintech enablers lokal ataupun Asia Tenggara. MCI terus berupaya mengakselerasi pertumbuhan startups melalui pembinaan dan sinergi bisnis dengan seluruh jaringan Mandiri Group. Sejumlah portofolio MCI antara lain: Amartha, Ayoconnect, Bukalapak, Cashlez, Crowde, Gojek, Halofina, iSeller, Investree, Koinworks, LinkAja, Mekari, PTEN, PrivyID dan Yokke.

Nikel dan Perhimpunan BPR Indonesia Jajaki Embedded Digital Lending untuk Sektor UMKM

Jakarta,-  Pandemi telah menyadarkan betapa pentingnya investasi di sektor UMKM Indonesia untuk pemulihan dan ketahanan ekonomi. Tahun lalu, Bank Indonesia memperkenalkan peraturan bagi sektor perbankan untuk memberikan setidaknya 25 persen dari total portofolio pinjaman mereka kepada UMKM pada Juni 2023, dan setidaknya 40 persen pada Juni 2024.

Untuk mencapai target ini, bank perlu berinvestasi dalam solusi digital dan tim yang berdedikasi untuk secara efektif memberikan pinjaman kepada UMKM dengan cara yang terukur, sambil mengelola risiko kredit.

Nikel sebuah perusahaan teknologi embedded lending terkemuka, yang telah bekerja sama dengan berbagai bank dan marketplace Indonesia untuk menghubungkan permodalan dengan sektor UMKM berkolaborasi dengan Perhimpunan BPR Indonesia (PERBARINDO), Asosiasi BPR, mengadakan workshop tatap muka untuk membahas tentang sesuatu yang menantang dan jalur yang berbeda bagi BPR untuk melakukan pinjaman digital.

Workshop yang dihadiri oleh 15 BPR dari Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten tersebut  dibuka dengan sambutan oleh Ricardo Simatupang, Ketua PERBARINDO DKI Jaya dan keynote speech  oleh Dedy Patria, Analis Eksekutif  (Deputi Direktur) KPWB DKB4 OJK.

Puncak acara adalah paparan dari  Nikel dengan topik  Digital Lending Technology mengenai berbagai solusi pinjaman digital end-to-end bagi bank untuk meningkatkan penyaluran kreditnya dengan target nasabah UMKM lama ataupun baru. Presentasi dilanjutkan dengan diskusi serta tanya jawab dengan peserta workshop untuk mengartikulasikan dan memecahkan masalah terhadap tantangan utama BPR dalam pinjaman digital.

“Workshop ini merupakan cara yang bagus untuk terhubung secara langsung dengan anggota (BPR) lainnya” Ricardo Simatupang, Ketua PERBARINDO DKI Jaya menyampaikan, “Saya berharap presentasi dan diskusi di acara ini akan mengarah kepada proyek nyata untuk transformasi digital BPR dan meningkatkan jangkauan sektor perbankan ke UMKM”.

“Dengan Nikel, kami membayangkan masa depan di mana bisnis perbankan Indonesia semakin lancar bagi pemberi pinjaman dan peminjam.” tambah Dewi Wiranti, Country Head Nikel Indonesia, “Sangat menyenangkan untuk mengetahui berbagai inisiatif dari BPR untuk meningkatkan pinjaman kepada usaha kecil, dan kami berharap dapat berkontribusi dalam upaya ini dengan teknologi Nikel.”

Acara dihadiri oleh 15 anggota BPR PERBARINDO, se-provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, serta perwakilan OJK.

Tentang Nikel

Nikel adalah perusahaan teknologi Embedded Lending yang terkemuka. Nikel menyediakan solusi end-to-end bagi bank dan perusahaan teknologi untuk meminjamkan kepada nasabah mereka di sektor yang kurang terlayani seperti usaha kecil, kesehatan, pertanian, dan sektor keberlanjutan. Perusahaan memiliki misi untuk memungkinkan pemberian pinjaman menjadi mudah bagi bank, perusahaan teknologi, dan pengusaha. Situs : www.nikel.com

Sinergi BRI dan Pegadaian, Luncurkan Kartu Kredit Berbasis Tabungan Emas Pertama di Indonesia

Jakarta, 21 Desember 2021 – Sinergi antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan PT Pegadaian terus ditingkatkan. Salah satunya melalui sinergi produk terbaru Kartu Emas sebagai alat pembayaran berbasis saldo tabungan emas oleh Pegadaian, yang bekerja sama dengan BRI. Kegiatan launching Kartu Emas Pegadaian dilaksanakan pada Senin (20/12) tersebut, dihadiri langsung oleh Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto, Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani, Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, serta Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman.

Produk anyar ini merupakan kartu kredit co-branding yang menjadi salah satu langkah nyata penguatan sinergi dan konsolidasi bisnis antara BRI dan Pegadaian, sekaligus mendorong minat masyarakat terhadap aset emas.

Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto mengatakan, produk baru ini memberikan pengalaman berbeda bagi nasabah. Pasalnya, saldo pada Kartu Emas merupakan saldo tabungan emas, yang dikonversi dengan sistem gadai tabungan emas.

“Layaknya menggunakan kartu kredit, Kartu Emas merupakan alternatif penggunaan saldo Tabungan Emas untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Menggunakan sistem Gadai Tabungan Emas, kita bisa melakukan transaksi di merchant offline maupun online dimana pun yang memiliki logo Visa,” ujar Kuswiyoto (20/12).

Nasabah dapat memiliki Kartu Emas jika rekening Tabungan Emas yang didaftarkan mempunyai saldo minimal 5 gram yang terhubung di aplikasi Pegadaian Digital dan sudah melakukan upgrade Akun Premium. Syarat lainnya ialah usia pemilik minimal 21 tahun atau 17 tahun jika sudah menikah. Nasabah bahkan dapat menambah sendiri limit kredit yang diinginkan sesuai dengan saldo emas yang dimiliki tanpa harus melalui screening.

Kuswiyoto menyebut proses pengajuan kartu kredit co-branding ini sangat mudah dan cepat. Melalui aplikasi Pegadaian Digital, nasabah tabungan emas dapat menempuh pengajuan kartu emas, mendapat informasi status aplikasi, pengiriman dan aktivasi kartu, informasi kartu dan transaksi.

“Kartu emas bisa dimiliki oleh siapa saja, tanpa memandang pekerjaan, penghasilan, dan faktor lainnya. Proses pengajuannya pun cepat, hanya menggunakan aplikasi Pegadaian Digital tanpa harus datang ke outlet,” kata Kuswiyoto.

Kerja sama ini sekaligus membuktikan emas dapat menjadi aset yang likuid untuk memenuhi berbagai kebutuhan nasabah. “Memiliki emas tak hanya sekadar investasi saja, tapi bisa dioptimalkan menjadi aset yang likuid untuk memenuhi berbagai kebutuhan kita dengan mudah, aman, dan nyaman,” terang Kuswiyoto.

Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani menyebut infrastruktur digital yang telah mapan membuat nasabah dapat secara leluasa mendapat layanan kartu kredit co-branding ini secara efisien, mudah, dan tentu terjamin keamanannya.

“Dengan co-branding ini, maka nasabah Tabungan Emas memiliki kesempatan untuk mendapatkan layanan kartu kredit dengan lebih mudah dan dapat digunakan untuk transaksi di dalam negeri maupun di luar negeri di seluruh jaringan VISA,” kata Handayani.

Tidak sebatas pemasaran, kerja sama penerbitan kartu emas BRI dan Pegadaian ini juga melingkupi kerja sama layanan API (Application Programming Interface) kartu kredit. Dengan begitu, nasabah dapat mengakses berbagai layanan kartu kredit melalui aplikasi mobile Pegadaian Digital.

“Nasabah Kartu Emas Pegadaian akan semakin mudah dalam mengakses berbagai informasi dan layanan kartu kredit melalui aplikasi Pegadaian Digital,” tambah Handayani.

Berbagai promo menarik menanti bagi nasabah yang telah melakukan pengajuan kartu emasnya dengan total cashback dan diskon hingga Rp 800.000.

Manfaat seperti cashback Tabungan Emas senilai Rp 100.000 akan diberikan kepada 1.000 orang pertama yang aplikasinya disetujui sampai dengan 31 Desember 2021, serta Cashback tambahan Tabungan Emas senilai Rp 200.000 untuk 1.000 nasabah pertama yang telah aktivasi dan bertransaksi minimal Rp 1 juta dalam 1 bulan sejak kartu diterbitkan sampai dengan 28 Februari 2022.

Sementara itu, Bagi nasabah yang melakukan transaksi di Galeri 24, bisa mendapatkan potongan senilai Rp 500.000 untuk minimal transaksi sebesar Rp 5.000.000 bagi 500 orang pertama pada periode hingga 28 Februari 2022.

Bunga nasabah kartu emas ini telah diatur menjadi sangat terjangkau, yakni 0,75% per 15 hari. Nasabah juga dapat melakukan tarik tunai di ATM Bank BRI, ATM Visa, dan ATM Link yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kartu Emas bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada nasabah. Saat pembayaran tagihan melewati jatuh tempo, nasabah tidak akan menerima telepon dari penagih utang atau debt collector. Berbagai fleksibilitas yang ditawarkan kartu emas diharapkan mampu meningkatkan ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap ekosistem emas.